Bicara Adibusana, Bicara Batik

Posted by

Hai sahabat saya dapat sebuah artikel nich...

Sebuah iklan produk fashion buatan Italia berbunyi “If you speak fashion, you speak Italian.” Karena saya selalu menganggap kain tradisional Indonesia — khususnya batik — sebagai karya haute couture alias adibusana, kalimat itu pun saya kembangkan menjadi “Bicara adibusana, bicara batik”.

Bagaimana tidak? Kain di Indonesia tidak hanya ditenun tapi juga dibuat motifnya. Terkadang, bahkan teksturnya pun dibuat sendiri dengan tangan.

Mari kita fokus ke batik. Andai saja semua orang tahu betapa rumitnya membuat sehelai kain batik berukuran 1,25 x 2 meter persegi, barangkali tidak akan ada lagi proses tawar-menawar ketika jual-beli batik tulis halus.

Kalau pun ada, menawarnya tentu tidak keterlaluan.

Karya adibusana bukan dagangan kaki lima. Sehelai kain batik, sebelum dia sampai ke tangan kita dan dipotong menjadi sebuah kemeja (atau gaun manis) harus melalui serangkaian proses yang cukup rumit.

Secara garis besar, ada lima proses: ketel – canting – celup – nglorod – nembok.

Di balik masing-masing proses tersebut masih ada rincian yang dikerjakan penuh kesabaran. Untuk menghasilkan sehelai kain yang terasa halus di tangan, kain mori (sebutan kain putih tenunan tangan bukan mesin) yang digunakan untuk membatik harus mengalami proses ketel terlebih dahulu.

Proses ketel secara garis besar adalah perebusan kain dengan menggunakan bahan-bahan alami dan kurang-lebih memakan waktu 7 hari.

Setelah siap untuk dibatik, kain mori kemudian diberi motif dengan menggunakan pensil. Setelah seluruh kain selesai diberi motif, baru kemudian kain mori ini melewati proses canting. Yakni penutupan motif tersebut oleh malam, melalui alat yang bernama canting.

Proses canting terkesan mudah namun sebenarnya sangat rumit dan membutuhkan ekstra kesabaran supaya tidak mbleber dan menghasilkan garis yang tegas namun halus.

Setelah proses ini selesai, selanjutnya adalah proses pencelupan atau pewarnaan. Yang perlu diingat di sini adalah, proses pewarnaan batik merupakan proses “buka-tutup”. Ketika kita akan mewarnai dasar kain, maka seluruh gambar motif harus ditutup dengan malam.

Dan ketika kita akan mewarnai motif, maka seluruh warna dasar harus ditutup dengan malam. Pusing? Hahaha saya juga.

Itu belum termasuk pekerjaan detail seperti nyecek (membuat titik-titik kecil untuk mengisi motif) dan nyolet (memberikan warna langsung di atas kain dengan menggunakan kuas untuk memberi efek gradasi).

Kita lanjutkan kembali. Setelah dicelup dengan pewarna, kain kemudian memasuki proses nglorod. Atau direbus, dengan tujuan untuk meluruhkan kain yang sudah dibubuhi malam. Setelah proses ini selesai, kain dijemur dahulu baru siap untuk dibatik kembali.

Proses selanjutnya adalah proses detail. Warna dasar hasil harus ditutup dengan malam melaui proses nembok — yang biasanya dilakukan dengan menggunakan canting bermata besar (lubang besar). Setelah semua warna dasar ditembok, baru kemudian motif ini dihias, dengan menggunakan cecekan (titik-titik kecil dan halus) atau isen-isen (motif pengisi yang umumnya berbentuk sulur tanaman).

Kemudian proses dilanjutkan dengan pewarnaan motif. Kemudian berulang hingga seluruh kain tertutup sempurna dengan warna.

Bayangkan. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat sehelai kain dengan aneka macam motif dan warna?

Itu sebabnya sahabat, saya selalu mengibaratkan sehelai kain batik adalah sebuah karya haute couture, karya adibusana tingkatan tertinggi dalam dunia fashion. Butuh ekstra sabar, ekstra detail dan ekstra kehalusan perasaan untuk membuat selembar kain yang sangat halus.


Blog, Updated at: 23:16

1 Comment :

  1. Kami juga mempunyai artikel tentang kain batik silahkan dibaca semoga bermanfaat dan berikut adalah link nya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2222/1/01-02-007-Identifikasi%5BIrwijayati%5D.pdf terimakasih

    ReplyDelete

Ayo Sobat jangan jadi SILENT READER ya, ? bagi dong komentarnya
jika Sobat tidak punya akun silahkan pilih Anonymous...
Dan gunakan kata-kata yang sopan ....

Search This Blog

Popular Posts