Home » , » "BAGAIMANA NASIB CINTAKU"

"BAGAIMANA NASIB CINTAKU"

Posted by CB Blogger

Pagi yang cerah tetapi tidak dengan hatiku yang saat itu sedang d selimuti kegalauan.
"fi, gmn kelanjutan hbgn lu sama cwo lu?" senyum adalah jawabanku yang paling tepat.
Seketika salah seorang temanku memecah belah kesenduan yang ada "fi, w punya tmn nih w yakin deh dia bisa hibur lu, w udh ngasih nomor lu ke doi" sambil mengedipkan matanya. Wita, temanku langsung menepuk pundakku seakan menyuruhku untuk bangkit dari keterpurukan.
Pada jam istirahat seperti biasa aku dan ke 4 temanku Emy, Rere, Puji dan Wita membeli makan siang dan habiskan waktu istirahat di kost puji deket kampus.
*ring ring*
Seketika terdengar bunyi sms di HPku dengan nomor yang tak dikenal. "siapa nih?" tanyaku ke teman-teman.
Dengan lantang witapun jawab "itu pasti edi, yaudah lu jawab dong, Ciee smsn terus yah moga berlanjut hehe".
Tidak terasa waktu yang buat aku dan edi terbiasa sering sms-an dan ketemu terlintas perasaan suka, tidak canggung lagi kita sudah akrab dengan panggilan "abang & neng" bahkan "sayang" padahal pada saat itu juga aku masih ada status dengan Angga, tapi karena gantung akupun mulai menikmati kedekatanku dengan edi.
"Aku kangen neng sama kamu, kapan kita ketemu lagi" itulah sederet kata" sms yang sering di kirim Edy. akupun juga tak bisa pungkiri kalau aku sudah merasa dekat dan ada rasa rindu yang menyelimuti.
Hari Minggu yang menegangkan itu datang, memang aku menunggu hari itu karena hari itulah aku ingin mengambil keputusan yang menurutku memang jalan yang terbaik, akupun memilih untuk putus dari Angga karena adanya suatu hal yang tak bisa kita pertahankan lagi.
Seketika itupun aku sedih, karena bagaimanapun Angga pernah menemani hari-hariku, tidak lama keterpurukankupun mulai hilang, karena aku merasa ada sosok Edi yang selalu ada ketika aku merasa kesepian.
Seminggu setelah itupun berlalu aku dan Edi sering sekali bilang rindu. Tapi seiring berjalannya waktu aku mulai merasakan ada yang beda dari Edi. Edi mulai jarang sms aku, sekalipun sms dengan kata-kata yang singkat dan tidak ada basa-basi seperti biasanya.
Dengan perasaan yang diselimuti kegelisahan akupun mengirimkan pesan via whatsApp, aplikasi seperti pesan tetapi menggunakan pulsa intetnet. Karena aku tidak berani menyatakan melalui pesan, dan karena aku sengaja supaya Edi tidak akan membaca pesan itu. Karena aku tahu edi sedang tidak mengaktifkan whatsAppnya.
"abg gtw yh?? neng kangen bgt ama abg.. kyanya neng ngerasa abg ud beda skrg, abg ud ga sekangen yg dlu" ama neng.. neng g brni blg d sms, cZ neng tkt abg ud punya kebahagiaan yg lain di luar sana.. makanya neng nulis d WA, cZ WA abg lagi ga aktip jdi ga bkal dbca..
kmren" kan qt mo jnjian ketemu bang tpi ko pas neng udh bisa abg g prnh sdkitpun blg kgn n pen ketemu neng lgi..
maap klo neng prnh ngecewain abang, makasih abg ud pernah hadir di hidup neng..
jujur neng udah sayaaang bgt ama abg skrg, neng kngen bgt ama abg..
neng cm bsa lyt fto abg skrg tpi neng sng ko cZ abg lgi senyum d foto itu..
miss u abangg"  :-* :-* :-* {}
Aku tidak tahu pesan itu dibaca atau tidak tetapi kalaupun memang dia membacanya, aku yakin Edi mengerti tentang perasaan aku saat itu.
Keesokan harinya aku sudah melupakan kejadian kemarin yang menurutku tidak pantas untuk aku lakukan, karena bagaimanapun juga aku merasa sudah merendahkan diri aku sendiri dengan memohon-mohonkan perasaan yang sedang aku rasakan untuk seorang yang akupun tidak mengetahui apakah serupa dengan perasaan yang aku alami. Entahlah akupun bangkit dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian seperti kemarin.
*ring ring*
"maaf yah kalo neng ngerasa abang cuekin"
Tiba-tiba pesan singkat datang dari Edi. Setelah aku bertanya kenapa sikap dia berubah seperti itu akhirnya akupun menemukan jawabannya, ternyata Edi merasa aku gantung cintanya.
Akupun menyadari bahwa aku memang salah, tetapi aku yakin kalau Edi benar-benar sayang aku dia akan tetap bertahan menunggu waktu yang tepat dimana aku bakal terima dia.
Tapi Edi malah melampiaskan kekecewaannya dengan bersikap acuh terhadapku.
Sesekali aku melihat layar di HP ku menyala dan ada bunyi sms dari edi tetapi itu hanyalah khayalanku sehingga kecewa yang ku dapatkan, karena yang aku tunggu tidak kunjung datang.
aku sudah berjanji tidak akan memaksakan Edi mau bertahan menunggu aku atau tidak, yang jelas aku senang karena bisa mengenal Edi walau sesaat, entah "bagaimana nasib cintaku" ini aku hanya berharap Allah memberikan aku kekuatan dalam perjalanan cintaku.
"Ya Allah, aku hanya ingin dia (seseorang) yang Kau ridhoi dan orangtuakupun ridhoi, karena aku tau ridhonya orangtua, itu ridhonya Engkau jua" Amin (˘ʃƪ˘)
#maap kalau ada kesalahan dari penulisan atau kata" yang kurang baku, aku baru perdana mengirim cerpen, InsyAlloh bermanfaat buat pembaca Amin. Makasih :')


1 Comment:

Ayo Sobat jangan jadi SILENT READER ya, ? bagi dong komentarnya
jika Sobat tidak punya akun silahkan pilih Anonymous...
Dan gunakan kata-kata yang sopan ....